

Program Dosen kami melibatkan para pendidik terlatih yang memiliki keahlian mendalam dalam bidangnya dan telah aktif berkarya di komunitas masing-masing untuk membantu meningkatkan kualitas kopi serta kesejahteraan para produsen kopi. Kami berkesempatan berbincang dengan Dosen CQI, Burc Maruflu, mengenai keputusannya untuk menjadi pendidik CQI, bisnisnya di Amerika Serikat, serta pengalamannya sebagai salah satu orang pertama yang mengajar kelas baru CQI—Memahami Rasa dan Aroma.
Maruflu, yang berasal dari Turki, sudah tidak asing lagi dengan kopi. Ia tumbuh besar sambil menyaksikan neneknya mencurahkan waktunya untuk mengeksplorasi aspek-aspek sensorik kopi guna memastikan setiap proses pemanggangan dan penyeduhan dilakukan dengan sempurna. Berkat pengaruh neneknya itulah, Burc memutuskan untuk minum kopi hitam dan mencermati dengan saksama karakteristik rasanya, serta bagaimana setiap tahap dalam pengolahan, pemanggangan, dan penyeduhan kopi dapat memengaruhi pengalaman akhir yang dirasakan.

Dalam perjalanan pendidikannya, Burc menemukan cara untuk menggabungkan kopi ke dalam studi dan karier profesionalnya. Ketika ia memutuskan untuk mengejar gelar PhD, ia menekuni bidang kewirausahaan dan keuangan—hingga akhirnya menemukan bidang spesialisasinya di kewirausahaan sosial. Misi CQI—untuk meningkatkan kualitas kopi dan taraf hidup para produsennya— sangat selaras dengan Burc dan tujuan utamanya berkecimpung di dunia kopi. Industri kopi sangat berharga baginya, dan ia ingin membuat perubahan. Ia memulai perjalanannya di CQI sebagai Penilai Q Arabika dan juga memperoleh sertifikasi Q Processing Level 1 dan 2. Sebagai ahli di bidangnya dan penggemar pendidikan – ia juga mengikuti program Dosen CQI, baik untuk Evaluasi Kualitas maupun Pengolahan Pasca Panen.

Waktu Burc terbagi—ia juga mengelola Savaya Coffee, usaha pemanggangan kopi penuh waktu yang ia dirikan lima belas tahun lalu. Ia senang mendidik komunitas kopi lokal melalui kelas-kelas pengantar di usahanya dan dalam mata kuliah rantai nilai kopi tingkat 300 yang ia ajarkan di Universitas Arizona. Di universitas tersebut, Burc menyebutkan bahwa mereka sedang menjalankan eksperimen biosfer untuk menentukan tanaman apa saja yang dapat tumbuh di iklim mikro tertentu. Saat ini, mereka sedang menguji berbagai jenis tanaman kopi untuk menguji dampak pemanasan global terhadap kopi dan bahkan kakao.

Dalam perannya sebagai Dosen CQI, tujuan Burc adalah mendidik konsumen agar mereka dapat memberikan umpan balik yang objektif, menunjukkan apresiasi, dan memahami alasan di balik harga kopi. Mengikuti standar industri dan mengajarkan bahasa bersama dalam dunia kopi hanyalah beberapa cara untuk mencapai tujuannya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Burc adalah salah satu pendidik CQI pertama yang mengajarkan mata kuliah “Memahami Rasa dan Aroma”, yang ia gambarkan sebagai langkah menuju “membangun jembatan antara produsen dan konsumen”. Kelas ini memberikan latar belakang tentang roda rasa, berfokus pada dasar-dasar aroma dan rasa, serta merupakan alat yang sangat baik untuk mempersiapkan siswa mengikuti kursus cupping tingkat lanjut di CQI. Burc merasa bahwa kelas ini juga merupakan cara yang sangat baik bagi konsumen untuk memperoleh pengetahuan yang diperlukan guna memahami kualitas kopi, serta nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan praktik pascapanen terhadap kualitas tersebut.
Dia sangat bersemangat untuk terus menyebarkan pengetahuan tentang kopi di komunitas lokalnya dan mendalami program-program pendidikan CQI lainnya.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang program Dosen, klik di sini.
Jika Anda adalah Dosen CQI dan ingin berbagi tentang kegiatan yang Anda lakukan di komunitas setempat, silakan hubungi kami di info@coffeeinstitute.org.